Senin, 20 Januari 2014 - 22:31:51 WIB
Atap SMAN 6 Kota Tangerang Ambruk
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita SMAN 1 - Dibaca: 1237 kali

Peristiwa memalukan terjadi di dunia pendidikan Kota Tangerang. Lantaran tak layak pakai, atap ruangan Laboratorium Fisika di SMAN 6 Kota Tangerang di jalan Nyimas Melati Nomor 2, Kecamatan Neglasari, tiba-tiba ambruk. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa mengenaskan tersebut.
Informasi yang dihimpun BANTEN POS, dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 04.00 WIB itu, Eman, saksi mata sekaligus penjaga sekolah SMAN 6 Kota Tangerang, mengaku kaget dan terbangun sesaat setelah mendengar bunyi dentuman keras seperti bangunan ambruk.
"ketika saya keluar, atap dan dinding ruangan lab fisika yang berada di tengah sekolah sudah ambruk," ujar Eman kepada BANTEN POS saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/1).

Melihat peristiwa itu, Eman mengaku segera menghubungi dan melaporkannya ke kepala sekolah. "Waktu itu kan masih subuh, pak Kepsek baru datang jam 08.00 WIB," katanya.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Sarana dan prasarana SMAN 6 Kota Tangerang, Nana Sutisna mengungkapkan, ruangan lab yang ambruk tersebut, saat ini sudah tidak digunakan lagi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa.

Hal itu lantaranpihak sekolah menilai ruangan yang dibangun sejak tahun 1999 lalu tersebut sudah rapuh dan membahayakan siswa jika tetap digunakan utnuk KBM. "Bangunan itu sudah tua, kami tidak gunakan karena takut rubuh," akunya.

Masih kata Nana, pihaknya sebenarnya sudah lama mengajukan agar Pemkot Tangerang segera merenovasi ruangan lab fisika tersebut, bahkan sudah masuk dalam anggaran APBD 2014.
"Sampai menunggu proses rehab, lab fisika sudah sejak setahun lalu kami gabung dengan lab biologi. Jadi tidak ada siswa atau guru yang menggunakan ruangan itu lagi," jelasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Dirinya menilai peristiwa itu sangat memalukan dalam dunia pendidikan di kota ahlakul kharimah itu. Kejaidan itu seharusnya tidak perlu terjadi dan bisa diantisipasi jika saja pihak terkait, seperti pihak sekolah, Dinas Pendidikan (Dindik) dan juga Pemkot Tangerang cepat tanggap.

"Ini namanya malu-maluin, anggaran untuk sektor pendidikan di Kota Tangerang besar bahkan lebih," ujar Gatot kepada BANTEN POS, Minggu (19/1).
Masih kata politisi PDI Perjuangan tersebut, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah diminta untuk bertindak cepat dan menegur pihak-pihak terkait atas kejadian memalukan tersebut.

"Sangat ironis dan bisa jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kota Tangerang. Masa anggaran sudah besar masih saja ada sekolah yang roboh," kritiknya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Tabrani, saat dihubungi BANTEN POS membenarkan kejadian tersebut. Tabrani menjelaskan, gedung tersebut merupakan bekas laboratorium SMA. Namun karena sudah dinilai tidak layak, tidak lagi digunakan sejak setahun terakhir.
Rencananya, gedung tersebut akan dirobohkan dan dibangun gedung baru. Saat genting bangunan ambruk, di ruangan tersebut sudah tidak ada lagi perlengakapan laboratorium. Barang-barang di dalam hanya beberapa kursi dan meja sekolah yang sudah tidak terpakai lagi.

Sudah lama kosong. Tahun ini sudah disiapkan anggarannya untuk dirobohkan dan dibangun kembali dari nol. Ternyata lebih dulu dirobohkan angin dan hujan, kata Tabrani.

Sementara Tabrani juga menyatakan, akibat banjir yang melanda di kawasan Kelurahan Petir dan Total Persada Kecamatan Priuk, dua sekolah SD diliburkan lantaran akses tergenangi yang dikhawatirkan membahayakan murid.(FEB/ODI)

 

Sumber http://bantenposnews.com/berita-9257-atap-sman-6-kota-tangerang-ambruk.html#.Ut1BAIUxXIU








    adminsman1

    infosman1


      Apakah anda meyukai tampilan terbaru web SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan ?

          Tidak
          Ya

      Lihat Hasil Poling
    Copyright © 2013 by sman1kotatangsel.com. All rights reserved.